• Mohon maaf..blog ini masih dalam proses..^_^
  • Mohon maaf..blog ini masih dalam proses..^_^
  • Mohon maaf..blog ini masih dalam proses..^_^
  • Mohon maaf..blog ini masih dalam proses..^_^
...mohon maaf .............blog-engineer2.blogspot.com .......sebentar lagi akan kami hapus..dan akan kembali lagi ke situs .....blog-engineer.blogspot.com...... dengan tampilan yang lebih menawan.selamat berkunjung..terimakasih....

Kamis, 15 Maret 2012

Dioxin, Racun Yang Bisa Bikin Benjol




Penggunaan racun makin meningkat belakangan ini di panggung politik. Setelah Arafat yang diindikasikan sakit kemudian wafat karena racun, menyusul Munir yang tewas akibat kelebihan kadar arsenik dalam tubuhnya. Belakangan, Viktor Yuschenko, seorang pemimpin oposisi Ukraina mengalami keracunan dioxin sampai pada dosis fatal.
Akibat paparan tersebut, wajah politisi Ukraina saat ini berubah dibanding penampilannya pada bulan Juni 2004 lalu. Kemunculan “chloroacne” (jerawat klor) di wajahnya merupakan tanda yang jelas paparan dioxin dalam jumlah besar di tubuhnya.

Siaran NHK Jepang Senin malam (13/12/04) menyiarkan pernyataan seorang dokter yang memeriksanya, bahwa ada kemungkinan dioxin masuk ke dalam tubuh Yuschensko melalui makanan.
Dioxin adalah istilah umum untuk penamaan lain dari polychlorinated dibenzo-p-dioxins (PCDDs) dan polychlorinated dibenzofurans (PCDFs). PCDDs yaitu senyawa organik yang terdiri dari dua buah siklus benzen yang dihubungkan oleh dua buah atom oksigen dan memiliki satu sampai delapan atom klor yang menempel pada setiap sisinya.

PCDFs adalah senyawa organik yang berasal dari satu keluarga dengan PCDDs dengan perbedaan pada ikatan antara siklus benzen-nya hanya dihubungkan oleh satu atom oksigen dan karbon. Jenis lain senyawa organik yang masih dalam kelompok ini adalah PCB (polychlorinated biphenyls). Senyawa ini berbentuk seperti oli yang sering digunakan sebagai pendingin kapasitor besar.

Sifat fisik dioxin umumnya adalah padatan tidak berwarna dengan kelarutan yang tinggi di dalam lemak atau minyak (lipophilic). Oleh karena itu dioxin dapat dengan mudah terkontaminasi atau sengaja dikontaminasikan ke dalam makanan, khususnya yang mengandung lemak seperti susu dan makanan olahannya. Senyawaan ini umumnya stabil dan tidak mudah bereaksi dengan senyawa kimia lain, semisal asam dan alkali, tetapi dapat terurai secara bertahap dengan adanya cahaya ultraviolet.

Struktur kimia dari senyawaan organik tersebut diperlihatkan pada Gambar. Senyawaan ini diklasifikasikan sebagai kelompok senyawa aromatik poliklor (polychlorinated aromatic compounds, PCA) yang sangat beracun. Hal ini disebabkan karena keberadaan dioxin dalam tubuh dapat mengakibatkan terganggunya fungsi hormonal tubuh, karenanya sering pula disebut sebagai senyawa endocrine disruptor.

Dioxin bukanlah senyawaan kimia yang dibuat dengan sengaja. Biasanya senyawa ini terbentuk sebagai produk sampingan (by product) proses kimia berskala besar, seperti pencucian (bleaching) bubur kertas dengan klorin dan yang paling signifikan adalah terbentuk sebagai pengotor dalam pembuatan senyawa chlorophenols. Senyawa ini merupakan bahan dasar dari pestisida, herbisida dan senyawa pemusnah yang pernah digunakan pada perang Vietnam, yang disebut Agent Orange. Penggunaan senyawa itu sudah barang tentu akan menyertakan kontaminasi dioxin. Sejak perang Vietnam tersebut, dampak dan bahaya dioxin menjadi perhatian publik.

Menurut WHO (1998), jumlah asupan harian yang diperkenankan untuk dioxin adalah sekitar 10 pg/kg berat badan. Atau sekitar 600 pg (1 picogram = 1/1 000 000 000 000 g) untuk berat badan rata-rata orang dewasa sekitar 60 kg.

Untuk kasus Yuschenko, diketemukan dioxin dalam tubuh sebanyak lebih dari 1000 kali lipat konsentrasi ambang yang ditolerir.

Kasus paparan dioxin dalam tubuh yang nampak akibatnya pada kulit berupa penyakit mirip jerawat (chloroacne) pertama kali ditemukan pada tahun 1957 di Jerman. Adalah Dr. Karl Schulz dari University Hamburg yang berhasil mengidentifikasi gejala penyakit ini pada beberapa pekerja pabrik kimia Boehringer.

Penyakit ini pada gejala awalnya mirip dengan jerawat anak muda, akan tetapi lokasi tumbuh kumpulan jerawat ini cenderung spesifik di dua lokasi yaitu di sekitar bawah mata dan telinga berbentuk seperti bulan sabit. Pada gejala lanjut kumpulan jerawat tersebut dapat menyebar di seluruh wajah, leher dan bagian tubuh lainnya.

Berbeda dengan arsenik, pengaruh racun atau kontaminasi dioxin ke dalam tubuh lebih berdampak jangka panjang dan tidak seketika. Dalam waktu lama, senyawa ini dapat mengakibatkan cacat kelahiran maupun meningkatnya laju kanker pada manusia.

Sumber : http://www.kamusilmiah.com
Baca Selengkapnya...

Inovasi Kertas dari Serat Bambu Air




Tulisan ini ingin menyumbangkan ide tentang ”Inovasi Kertas dari Serat Bambu Air (Thypa Angustifolia)”. Sumbangan pemikiran ini beranjak dari sebuah realita di lapangan bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi kebutuhan akan kertas terus meningkat seperti kertas yang biasa digunakan dalam perkatoran, sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan dan lain-lain. Kertas merupakan sesuatu yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia dengan segala aktivitas kesehariannya. Pada umumnya produksi kertas di Indonesia, bahan bakunya bersumber dari serat pohon pinus dan serat pisang abaka. Namun kedua tanaman ini membutuhkan perawatan yang khusus dan waktu pembudidayaan lebih cukup lama agar diperoleh kualitas serat yang bagus, sedangkan di satu sisi kebutuhan akan kertas terus meningkat dengan pesat sehingga terjadi eksploitasi hutan secara besar-besaran. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari eksploitasi hutan industri secara besar-besaran adalah terjadinya tanah longsor pada musim hujan dan terjadi kekeringan pada musim kemarau, sumber air tanah berkurang, serta terjadi pemanasan Global (Global Warming).
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dicarikan bahan baku alternatif kertas yang kualitas seratnya tidak jauh berbeda dengan serat pohon pinus maupun serat pisang abaka. Salah satu tanaman alternatif yang bisa digunakan sebagai bahan baku kertas adalah dengan memanfaatkan serat dari tanaman bambu air. Bambu air merupakan rumput liar (tanaman gulma) yang tumbuh dengan cepat di lahan–lahan basah, ladang, dan persawahan di Indonesia. Biasanya tanaman ini dibakar oleh para petani sebelum memulai menggarap lahan pertaniannya. Ada beberapa alasan menggunakan serat bambu air (Thypa angiosfolia) menjadi bahan baku kertas diantaranya: pertama, keberadaan tanaman ini cukup melimpah di Indonesia khususnya di lahan basah; kedua, kerusakan hutan di Indonesia dan dunia semakin memperihatinkan karena sebagian kayunya digunakan sebagai bahan baku kertas; ketiga, tanaman ini memiliki keistimewaan pada batang dan daun yaitu seratnya halus, panjang dan kuat sehingga baik untuk bahan baku industri pembuatan kertas; dan keempat, tidak merusak lingkungan dan biaya yang diperlukan relatif murah.
Tujuan dari tulisan ini antara lain mendeskripsikan potensi tanaman bambu air sebagai bahan baku kertas; mengetahui pemafaatan bambu air (Thypa angustifolia) selama ini oleh masyarakat; menganalisis hubungan pemanfaatan serat bambu air (Thypa angustifolia) menjadi kertas bisa dengan laju kerusakan hutan di Indonesia; dan mendeskripsikan teknik pembuatan kertas dari serat bambu air (Thypa angustifolia).
Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah melalui metode Studi Pustaka (Literatur), dan penelusuran data dan informasi melalui internet, observasi dan wawancara ke lapangan dengan mendatangi salah satu daerah yang memiliki persebaran tanaman bambu air yang dekat dengan tempat penulis yaitu di danau tamblingan, Singaraja (tanggal 23 Desember 2007), kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Ada beberapa tahap dalam penyusunan karya tulis ini yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir.
Dari dari hasil analisis data di atas dapat ditarik beberapa simpulan diantaranya: Tanaman bambu air (Thypa angustifolia) berpotensi sebagai bahan baku kertas; Selama ini bambu air (Thypa angustifolia) sebagian kecil dimanfaatkan sebagai tanaman hias oleh masyarakat, sebagian dibakar oleh para petani terutama yang tumbuh di areal pertanian dan sebagian besar tumbuh liar; Adanya hubungan antara pemanfaatan serat bambu air menjadi kertas dengan laju kerusakan hutan di Indonesia; Teknik pembuatan kertas dari serat bambu air bisa dilakukan dengan menggunakan soda api (NaOH). Rekomendasi yang diajukan adalah masyarakat dan pemerintah Indonesia seharusnya lebih mengoptimalkan pemanfaatan bambu air menjadi suatu barang dan jasa agar lebih bernilai ekonomis salah satunya menjadi kertas.

sumber : http://kimiadahsyat.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

Memisahkan Molekul Air dengan Virus




TEMPO Interaktif, Cambridge - Sebuah tim ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan sebuah cara baru untuk meniru proses yang digunakan tanaman dalam memisahkan unsur air (H2O) dengan memanfaatkan tenaga matahari dan menghasilkan bahan kimia bagi pertumbuhan mereka. Tim tersebut memakai sejenis virus hasil modifikasi sebagai semacam cetakan biologis yang dapat merangkai komponen berskala nanometer untuk memisahkan molekul air menjadi hidrogen dan dua atom oksigen.

Pemisahan air adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah mendasar dari energi surya, yaitu energi itu hanya tersedia ketika matahari bersinar. Dengan menggunakan cahaya matahari untuk membuat hidrogen dari air, hidrogen itu dapat disimpan dan digunakan kembali kapan saja untuk membangkitkan listrik memakai sel bakar, atau untuk membuat bahan bakar cair, atau digunakan secara langsung, untuk kendaraan.

Para ilmuwan lain telah membuat sistem yang menggunakan listrik dengan panel surya untuk memisahkan molekul air, tapi sistem baru yang berbasis biologi ini menyingkirkan langkah-langkah intermediate dan menggunakan cahaya matahari untuk memberi tenaga pada reaksi itu secara langsung. Terobosan baru ini dilaporkan dalam jurnal Nature Nanotechnology, Ahad lalu.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Angela Belcher, Germeshausen Professor of Materials Science and Engineering and Biological Engineering, merekayasa virus umum tak berbahaya yang disebut M13 untuk menarik dan mengikat molekul katalis iridium oksida dan pigmen biologi zinc porphyrins. Virus itu menjadi semacam alat yang dapat memisahkan oksigen dari molekul air dengan amat efisien.

Namun, setelah beberapa saat, virus itu kehilangan kemampuannya sehingga para ilmuwan menambahkan langkah tambahan, yaitu memasukkan virus ke semacam selubung matriks mikrogel sehingga virus dapat mempertahankan susunan yang seragam dan mempertahankan stabilitas dan efisiensinya.

Mengingat hidrogen yang diperoleh dari pemisahan ini berbentuk gas, tim Belcher hanya berfokus pada proses pemisahan oksigen. Tumbuhan dan cyanobacteria atau ganggang hijau-biru telah mengembangkan sistem fotosintesis yang sangat terorganisasi untuk mengoksidasi air dengan efisien. Peneliti lain mencoba menggunakan bagian fotosintesis tumbuhan untuk menangkap cahaya matahari, tapi material itu masih terganjal masalah stabilitas struktural.

Alih-alih meminjam komponen tumbuhan, Belcher memutuskan untuk "meminjam" metodenya saja. Dalam sel tumbuhan, pigmen alami digunakan untuk menyerap cahaya matahari, sedangkan katalis yang akan memicu reaksi pembelahan air. Proses itulah yang akan diimitasi oleh Belcher dan timnya, termasuk Yoon Sung Nam, mahasiswa doktoral yang menjadi peneliti utama makalah itu.

Dalam sistem ini, virus digunakan hanya sebagai cetakan, menyebabkan pigmen dan katalis berjejer dengan rapi untuk memicu reaksi pembelahan air. "Peran pigmen itu adalah sebagai antena untuk menangkap cahaya," kata Belcher. "Dia akan mentransfer energi itu ke virus, mirip seutas kawat. Dengan porphyrins yang dilekatkan padanya, virus adalah pemanen cahaya yang sangat efisien."

Belcher mengatakan sebenarnya dalam riset tersebut mereka menggunakan komponen yang telah digunakan peneliti lain sebelumnya. "Tapi kami memanfaatkan biologi untuk mengaturnya sehingga memperoleh efisiensi yang jauh lebih baik," ujarnya.

Penggunaan virus untuk membuat sistem itu, kata Nam, dapat terangkai dengan mandiri, dan telah memperbaiki efisiensi produksi oksigen hingga empat kali lipat. Para ilmuwan berharap dapat menemukan sistem berbasis biologis serupa untuk melakukan separuh proses lainnya untuk menghasilkan hidrogen.

Pada saat ini, atom hidrogen dari air membelah menjadi komponen proton dan elektron. Bagian kedua dari sistem tersebut, yang kini tengah dikembangkan, akan mengkombinasikan keduanya kembali menjadi atom hidrogen dan molekul. Tim itu juga tengah mencari material katalis yang lebih murah dan mudah ditemukan untuk menggantikan iridium, yang mahal dan sulit ditemukan, dalam studi ini.
Baca Selengkapnya...

Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)




Kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak sekali kegunaannya karena baik dari hasil utama maupun limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai produk-produk yang bernilai ekonomis. Sampai saat ini pemanfaatan produk kelapa di tingkat petani masih terbatas di jual dalam bentuk segar dan diolah menjadi minyak kelapa secara tradisional. Di daerah-daerah yang sulit sarana transportasinya, harga kelapa sangat murah sehingga hanya dimanfaatkan sebatas untuk keperluan rumah tangga atau hanya dibiarkan begitu saja.

Usaha peningkatan pendapatan petani kelapa dapat dilakukan dengan diversifikasi produk olahan dalam skala rumah tangga. Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari buah kelapa antara lain Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni.

VCO merupakan hasil olahan kelapa yang baru berkembang dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi, karena manfaatnya begitu besar untuk kesehatan tubuh manusia. Minyak kelapa murni merupakan bahan baku industri pangan, farmasi dan kosmetik terutama untuk perawatan tubuh. Di samping itu, hasil penelitian terbaru telah membuka tabir kerahasiaan alam yang terkandung dalam buah kelapa, bahwa minyak kelapa murni yang beraroma gurih dan lembut itu dapat meningkatkan metabolisme tubuh serta menanggulangi berbagai penyakit.

Minyak kelapa murni tidak mudah tengik karena kandungan asam lemak jenuhnya tinggi sehingga proses oksidasi tidak mudah terjadi. Namun, bila kualitas VCO rendah, proses ketengikan akan berjalan lebih awal. Hal ini disebabkan oleh pengaruh oksigen, keberadaan air dan mikroba yang akan mengurai kandungan asam lemak yang berada di dalam VCO menjadi komponen lain.

Ada beberapa cara pembuatan VCO untuk skala rumah tangga. Cara pemrosesan minyak kelapa yang banyak dikembangkan adalah penggilingan basah dan fermentasi (enzimatis).

Pembuatan VCO dengan cara enzimatis merupakan pemisahan minyak dalam santan tanpa pemanasan. Enzim yang digunakan dapat berupa enzim bromelin (pada nanas) atau enzim papain (daun pepaya), enzim protease (kepiting sungai) dipilih salah satu dari ketiga enzim tersebut. Pembuatan VCO dengan enzimatis dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pembuatan santan, pembuatan VCO, dan penyaringan.

VCO yang dihasilkan dari proses enzimatis memiliki keunggulan sebagai berikut : 1) VCO berwarna bening, seperti kristal karena tidak mengalami proses pemanasan; 2) Kandungan asam lemak dan antioksidan di dalam VCO tidak banyak berubah sehingga khasiatnya tetap tingg; 3) Tidak mudah tengik karena komposisi asam lemaknya tidak banyak berubah; 4)Cukup aplikatif bila diterapkan di tingkat petani karena menggunakan teknologi dan peralatan yang sederhana; 5) Tidak membutuhkan biaya tambahan yang terlalu mahal karena umumnya daun pepaya atau nanas dijual dengan harga murah; 6) Rendemen yang dihasilkan cukup tinggi, yaitu dari 10 butir kelapa akan diperoleh sekitar 1.100 ml VCO.

Kelemahan dengan cara enzimatis yaitu membutuhkan waktu yang sangat lama dalam proses denaturasi protein untuk memisahkan minyak dari ikatan lipoprotein yaitu sekitar 20 jam.

Tahapan Pembuatan VCO Secara Enzimitas

Bahan: 30 bahan kelapa yang sudah tua, 3 buah nanas atau 6 lembar daun pepeya.

Alat: Parut, pisau, kayu pengaduk, ember, selang, kain saring, batu zeolit, kertas saring, gayung, dan plastik.

Cara membuat:

Membuat santan kelapa

* Cuci daging kelapa lalu haluskan dengan parut.
* Campurkan air ke dalam hasil parutan dengan perbandingan 10:6 (artinya, dari hasil parutan 10 butir kelapa ditambahkan 6 liter air, jangan lebih atau kurang).
* Remas dan saring santan menggunakan kain saring.

Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)

* Tampung santan kelapa dalam wadah transparan dan diamkan sekitar satu jam hingga terbentuk kanil (krim) pada bagian atas dan krim yang terlarut dalam air pada bagian bawah.
* Buang air pada bagian dasar wadah menggunakan selang air.
* Kupas nanas dan iris tipis daging buahnya, ikutkan juga bonggolnya.
* Parut nanas hingga halus, masukkan ke dalam wadah yang telah berisi krim santan.
* Jika menggunakan daun pepaya, iris-iris kecil menggunakan pisau agar getahnya keluar.
* Campur rata santan dan bahan enzim dengan cara diaduk.
* Tutup wadah tersebut agar tidak terkena kotoran, diamkan selama 20 jam.
* Setelah 20 jam akan terbentuk tiga lapisan, yaitu minyak, blondo, dan air.
* Buang air yang berada di dasar wadah menggunakan selang.
* Ambil lapisan minyak paling atas dengan sendok besar, usahakan blondo (warna putih) tidak terikut.



Penyaringan

* Lakukan penyaringan dengan beberapa tahap, yaitu menggunakan kain saring, zeolit, dan kertas saring.

ksupointer.com
Baca Selengkapnya...

Kemajuan Riset Material Sel Surya Berkat Persamaan Matematis Terbaru



Netsains.com – Suatu terobosan terbaru dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Michigan yang mengembangkan suatu persamaan matematis untuk mengembangkan sel surya berbasis material organik. Mereka mengembangkan persamaan tersebut dari persamaan Shockley untuk dioda ideal yang juga berlaku untuk semikonduktor anorganik.

Persamaan Shockley merupakan persamaan yang dikembangkan oleh William Bradford Shockley – yang juga merupakan penemu transistor – pada tahun 1949. Persamaan ini berupa persamaan eksponensial yang menghubungkan arus listrik dan tegangan pada suatu dioda atau semikonduktor anorganik, silikon misalnya.

Modifikasi yang dilakukan oleh tim ini terhadap persamaan Shockley menghasilkan persamaan yang dapat diterapkan pada semikonduktor organik, misalnya senyawa berkarbon banyak. Senyawa organik yang dapat dijadikan sel surya bukan berasal dari sumber biologis, tetapi melalui sintesis laboratorium sehingga menyerupai senyawa alaminya. Setelah mensintesis senyawa organik tersebut, mereka membuat pemodelan energi foton yang diterima terhadap arus dan tegangan listrik yang dihasilkan oleh senyawa organik tersebut dengan menggunakan komputer. Pemodelan ini akhirnya menghasilkan suatu persamaan matematis baru hasil modifikasi persamaan Shockley yang dapat diterapkan pada semikonduktor organik. Hasil studi mereka telah dipublikasikan di jurnal Physical Review B.

Perkembangan riset material sel surya berbasis semikonduktor organik ini merupakan tantangan bagi para ilmuwan. Semikonduktor organik dapat digunakan sebagai sel surya namun dengan mekanisme yang lebih sulit dipahami dibanding sel surya berbasis semikonduktor anorganik. Semikondoktor organik juga memiliki efisiensi konversi energi yang cukup tinggi dan berpotensi digunakan pada tampilan OLED (organic ligth-emitting diode).

Persamaan Shockley yang termodifikasi ini dapat menganalisis arus maupun tegangan listrik yang dihasilkan oleh senyawa organik tertentu sehingga dapat menghasilkan terobosan baru berupa sel surya berbasis semikonduktor organik dengan efisiensi tinggi. Meskipun semikonduktor organik telah ditemukan sejak 70 hingga 80 tahun lampau, tetapi aplikasinya masih sangat sedikit. Penelitian ini diharapkan dapat membawa semikonduktor organik ke ranah aplikatif, terutama dalam pembuatan sel surya.


Diolah dari berbagai sumber

Sumber gambar : http://inhabitat.com/wp-content/blogs.dir/1/files/2011/02/oxford-pv-solar-cells.jpg
Sumber : http://netsains.com/2011/07/kemajuan-riset-material-sel-surya-berkat-persamaan-matematis-terbaru/
Baca Selengkapnya...

6 Pekerjaan Terfavorit Seorang Sarjana Teknik Kimia di Indonesia




Setelah seorang mahasiswa Teknik Kimia mendapat gelarnya, yaitu S. T, apa sih pekerjaan terfavorit mereka di dunia kerja? Tentunya bagi kalian yang masih mahasiswa Teknik Kimia, kalian akan melakukan rencana jangka panjang akan bekerja dimana, di bidang apa, di perusahaan apa, dan sebagai apa. Bagi kalian yang telah lulus atau baru lulus dari pendidikan Teknik Kimia, kalian juga tentunya pasti lebih memikirkan bidang pekerjaan yang akan kalian tekuni di dunia kerja nanti. Banyak pilihan yang terbuka untuk kita terjuni saat memasuki dunia kerja, namun apa sih yang terfavorit? Apa sih bidang pekerjaan dan perusahaan yang merupakan favorit lulusan Teknik Kimia saat ini?


Berikut saya paparkan trend 6 pekerjaan terfavorit sebagai seorang sarjana Teknik Kimia di Indonesia saat ini:

1. Oil & Gas (Owner & Services)

Oil & Gas masih merupakan salah satu pekerjaan terfavorit bagi lulusan Teknik Kimia, walaupun sebenarnya bidang ini merupakan ladang asli lulusan Teknik Perminyakan. Oil & Gas menjadi favorit mayoritas sarjana Teknik Kimia karena dinilai memberikan benefit yang tinggi baik dari segi salary, maupun dari segi training quality. Career development yang cukup baik juga menjadi alasan orang memilih pekerjaan di Oil & Gas. Alasan kekompleksan proses industri dan keunggulan teknologi di Oil & Gas juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit bagi sarjana Teknik Kimia adalah Exxon Mobil, BP, ConocoPhillips, Total, Chevron, Vico, Shell, Pertamina, Medco, Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, dan masih banyak lagi.

2. FMCG (Fast Moving Consumer Goods)

FMCG menjadi salah satu pekerjaan favorit sarjana Teknik Kimia, karena dinilai dapat memberikan business sense yang tinggi saat menekuni di beberapa posisi pekerjaan FMCG. Benefit dari segi salary yang relatif tinggi juga menjadi alasan masuk ke FMCG, ditambah dengan career path yang baik pula. Skill baru seperti supply chain management, sales & marketing juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Teknologi baru yang ditemukan di production division menjadi tantangan tersendiri lainnya. Perusahaan FMCG yang menjadi favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nestle, Unilever, P&G, Johnson & Johnson, L’Oreal, dan masih banyak juga perusahaan FMCG lokal, seperti Orang Tua (OT), KAO, dan lain-lain.

3. EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning)

EPCC dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena bidang pekerjaan ini sangat erat kaitannya dengan bidang studi sarjana Teknik Kimia yaitu perancangan pabrik kimia, atau chemical plant design. Perusahaan EPCC dinilai akan memberikan kesempatan yang besar bagi sarjana Teknik Kimia untuk mengasah ilmu keprofesian Teknik Kimia secara mendalam sehingga ilmu engineeringnya akan semakin menuju expert. Basic EPCC ada di pendidikan sarjana Teknik Kimia kira-kira hampir 80-90% kurikulum, jadi bidang pendidikan S1 Teknik Kimia memang sangat related langsung dengan dunia kerja EPCC atau EPC. Di bidang ini, sarjana Teknik Kimia akan diminta mengurusi PFD, P&ID, analisis NME, sizing peralatan proses pabrik, merancang proses kimia, trouble shooting, dan banyak lagi. Perusahaan favorit pilihan sarjana Teknik Kimia untuk bidang EPCC adalah KBR, Saipem, Technip, Rekayasa Industri, IKPT, Tripatra, Pasadena Engineering, dan masih banyak lagi.

4. Petrokimia

Petrokimia dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia sebab dunia Petrokimia juga dinilai erat kaitannya dengan studi pendidikan kurikulum sarjana Teknik Kimia. Proses di bidang petrokimia banyak melibatkan proses pencampuran, proses pemisahan, dan proses konversi kimia yang erat kaitannya dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Bidang petrokimia juga dinilai sangat “Teknik Kimia sekali”, karena ilmu Teknik Kimia sangat terpakai di bidang pekerjaan ini, seperti analisis kolom distilasi, analisis reaktor sintesis, analisis kolom absorber, trouble shooting, pengolahan limbah, dan banyak lagi. Bidang industri pupuk urea dan amonia menjadi favorit pertama bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit tersebut antara lain adalah Pupuk Sriwidjaja, Petrogres, Pupuk Kaltim, dan KPA.

5. Chemical Industry

Chemical Industry juga dinilai berhubungan langsung dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Hal tersebut menjadikan bidang ini juga menjadi favorit. Apalagi berhubungan dengan chemical. Perusahaan favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nalco, Cognis, Givaudan, Lautan Luas, dan masih banyak lagi.

6. Consultant

Konsultan dinilai dapat mengasah sarjana Teknik Kimia di bidang business sense dan segi management skill. Bidang ini akan sangat mengasah di bidang analtycal thinking, outside the box, dan problem solving. Gaji yang tinggi juga merupakan benefit yang sangat mendukung pekerjaan ini diminati walaupun bidang ini hanya membutuhkan sedikit SDM. Jadi tentunya proses seleksinya juga akan relatif sulit dan peluangnya kecil. Bidang konsultan yang menjadi favorit adalah McKinsey & Company, BCG, Accenture, dan lainnya.

Enam bidang pekerjaan ini masih menjadi top favorite bagi sarjana Teknik Kimia. Ke-favorite-an bidang pekerjaan tertentu bisa muncul dari benefit salary, career development, tantangan pekerjaannya, training system, relationship dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia, business development, management development, dan masih banyak lagi tentunya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Bidang pekerjaan yang masih dapat dijelajahi oleh sarjana Teknik Kimia adalah bidang oleochemical, industri renewable energy (bioetanol, biodiesel, gasifikasi biomassa), industri katalis, agrobisnis, dan berbagai industri speciality chemical , dan masih banyak lagi. Selain itu pekerjaan seperti dosen / pengajar dan peneliti merupakan bidang pekerjaan yang harus dikembangkan lebih besar agar ke depannya ilmu Teknik Kimia terus lestari dan berkembang pesat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi zaman. Bidang entrepreneur di berbagai bidang usaha juga merupakan bidang yang sedang dijajaki oleh kaum-kaum muda sekarang-sekarang ini.

(IHR)
Sumber : http://majarimagazine.com/2011/06/6-pekerjaan-terfavorit-seorang-sarjana-teknik-kimia/
Sumber Gambar:http://lpmp-gorontalo.blogspot.com/2011/07/apa-yang-salah-dengan-pendidikan-tinggi.html
Baca Selengkapnya...

Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?




Tubuh kita membutuhkan sedikit unsur logam. Akan tetapi, tubuh kita terutama terdiri dari senyawa organik. Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?Bagaimana unsur logam bekerja dalam tubuh kita?

Jawaban:
Dr. Eiichiro Ochiai, seseorang yang sedang mempelajari kimia bioanorganik, bersedia menjawab pertanyaan di atas. Secara singkat, ia berbicara tentang istilah umum kebutuhan unsur logam dalam organisme dan menggambarkan kegunaan biologis unsur logam dengan salah satu unsur logam yang paling banyak digunakan, besi (Fe). Jadi cerita berikut ini diberi judul “Sebuah Kisah Tentang Besi” (© Eiichiro Ochiai).
Sebagai makhluk hidup, kita terdiri dari, secara kimiawi, kebanykan senyawa organik seperti protein, asam nukleat, karbohidrat, vitamin dan sejenisnya. Senyawa organik terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N). Sejumlah senyawa organik juga bisa mengandung sulfur (S) atau fosfor (P). Itu saja; tidak ada yang lain. Dapatkah kita hidup dengan baik hanya dengan senyawa organik? Kebanyakan orang-orang tahu bahwa jawabannya adalah tidak. Tulang dan gigi kita terbuat dari senyawa kalsium (Ca), yang tergolong “zat anorganik”. Darah mengandung besi (Fe), sebuah unsur anorganik. Semua orang tahu bahwa kita membutuhkan garam (natrium khlorida, NaCl) meski mereka tidak tahu mengapa. Bahkan, sekitar 30 unsur diketahui sangat dibutuhkan untuk menjalankan fungsi makhluk hidup yang layak. Seperti yang telah Anda ketahui, Hanya ada 100 unsur saja yang ada di alam ini, dan satu pertiga dari unsur tersebut sangat penting bagi makhluk hidup. Unsur yang penting di antaranya adalah (selain dari yang sudah disebutkan): magnesium (Mg), silikon (Si), kalium (K), mangan (Mn), kobal (Co), tembaga (Cu), seng (Zn), molibdenum (Mo), iod (I), selenium (Se), nikel (Ni), dan boron (B). Sebuah bidang penelitian baru kini sedang dikembangkan, yang mempelajari peranan unsur-unsur yang berbeda ini dan peranan senyawanya dalam sistem biologis; ilmu ini disebut “kimia bioanorganik”. Terlalu panjang lebar bila hal ini dibahas dalam forum kali ini; sebab itu, saya memilihkan unsur tertentu dan menggambarkan bidang ilmu yang disebut kimia bioanorganik. Bagian pertama “Pembentukan unsur Besi” bukanlah topik yang pas dari kimia bioanorganik, tapi ditambahkan di sini untuk memberitahu Anda tentang peranan besi yang sangat penting.

Saya yakin setiap orang tidak asing dengan logam besi. Mobil dan mesin sebagian besar terbuat dari besi. Besi adalah salah satu unsur yang tersedia sangat melimpah di alam dan logam yang paling menarik, sebagai satu dari unsur krusial untuk makhluk hidup. Berikut adalah kisah mengenai besi.
Kata Pencarian Artikel ini:
kegunaan unsur logam, 3 unsur paling banyak dalam tubuh, unsur logam dan senyawanya, manfaat unsur logam, senyawa logam dan organologam dalam sistem biologi, kegunaan unsur logam dan senyawa, kelimpahan unsur agnesium, unsur logam dalam tubuh manusia, unsur logam dalam tubuh, unsur logam besi

Sumber : http://www.chem-is-try.org/tanya_pakar/mengapa-tubuh-kita-membutuhkan-unsur-logam/comment-page-1/#comment-10563
Baca Selengkapnya...
 
Copyright 2009 blog-engineer2. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by blog-engineer